15 Februari 2016

Gunung Rinjani

(Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas)

Gunung Rinjani adalah gunung yang berlokasi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gunung yang merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726 m dpl serta terletak pada lintang 8º25' LS dan 116º28' BT ini merupakan gunung favorit bagi pendaki Indonesia karena keindahan pemandangannya. Gunung ini merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani yang memiliki luas sekitar 41.330 ha dan ini akan diusulkan penambahannya sehingga menjadi 76.000 ha ke arah barat dan timur.

Secara administratif gunung ini berada dalam wilayah tiga kabupaten: Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Barat.

-Topografi

Gunung Rinjani dengan titik tertinggi 3.726 m dpl, mendominasi sebagian besar pemandangan Pulau Lombok bagian utara.

Di sebelah barat kerucut Rinjani terdapat kaldera dengan luas sekitar 3.500 m × 4.800 m, memanjang kearah timur dan barat. Di kaldera ini terdapat Segara Anak (segara= laut, danau) seluas 11.000.000 m persegi dengan kedalaman 230 m. Air yang mengalir dari danau ini membentuk air terjun yang sangat indah, mengalir melewati jurang yang curam. Di Segara Anak banyak terdapat ikan mas dan mujair sehingga sering digunakan untuk memancing. Bagian selatan danau ini disebut dengan Segara Endut.

Di sisi timur kaldera terdapat Gunung Baru (atau Gunung Barujari) yang memiliki kawah berukuran 170m×200 m dengan ketinggian 2.296 - 2376 m dpl. Gunung kecil ini terakhir meletus pada tanggal 25 Oktober 2015 dan 3 November 2015[2], setelah sebelumnya tercatat meletus Mei 2009 dan pada tahun 2004.[3][4] Jika letusan tahun 2004 tidak memakan korban jiwa, letusan tahun 2009 ini telah memakan korban jiwa tidak langsung 31 orang, karena banjir bandang pada Kokok (Sungai) Tanggek akibat desakan lava ke Segara Anak.[5] Sebelumnya, Gunung Barujari pernah tercatat meletus pada tahun 1944 (sekaligus pembentukannya), 1966, dan 1994.
Selain Gunung Barujari terdapat pula kawah lain yang pernah meletus,disebut Gunung Rombongan

- Stratigrafi

Secara stratigrafi, Gunung Rinjani dialasi oleh batuan sedimen klastik Neogen (termasuk batu gamping), dan setempat oleh batuan gunungapi Oligo-Miosen. Gunungapi Kuarter itu sendiri sebagian besar menghasilkan piroklastik, yang dibeberapa tempat berselingan dengan lava. Litologi itu merekam sebagian peletusan yang diketahui dalam sejarah. Sejak tahun 1847 telah terjadi 7 kali peletusan, dengan jangka istirahat terpendek 1 tahun dan terpanjang 37 tahun.

Seperti pada gunungapi lainnya, Koesoemadinata (1979) menyebutkan bahwa aktivitas kegunungapian Rinjani pasca pembentukan kaldera adalah pembangunan kembali. Kegiatannya berupa efusiva yang menghasilkan lava dan eksplosiva yang membentuk endapan bahan-lepas (piroklastik). Lava umumnya berwarna hitam, dan ketika meleler tampak seperti berbusa. Peletusan pasca pembentukan kaldera relatif lemah, dan lava yang dikeluarkan oleh kerucut G. Barujari dan G. Rombongan relatif lebih basa dibanding lava gunungapi lainnya di Indonesia. Kemungkinan terjadinya awan panas ketika letusan memuncak sangat kecil. Bahan letusan umumnya diendapkan di bagian dalam kaldera saja.

Aliran lava, lahar letusan, lahar hujan, dan awan panas guguran berpeluang mengarah ke Kokok Putih hingga Batusantek. Awan panas guguran dapat terjadi di sepanjang leleran lava baru yang masih bergerak, meskipun kemungkinannya kecil.

- Struktur dan Tektonik

Bentuk Kaldera Segara Anak yang melonjong ke arah barat-timur diduga berkaitan dengan struktur retakan di batuan-dasar. Gunungapi Rinjani yang terletak di jalur gunungapi Kuarter sistem Busur Banda Dalam bagian barat dibentuk oleh kegiatan tunjaman dasar Samudera Hindia di bawah pinggiran Lempeng Asia Tenggara. Jalur tunjaman yang terletak di selatan menunjukkan adanya gaya mampatan yang berarah utara-selatan. Retakan batuan-dasar yang berarah barat-timur, yang mempengaruhi bangun kaldera, dengan demikian ditafsirkan sebagai retakan release yang disebabkan oleh gaya tarikan. Struktur itu setidaknya terbentuk sejak permulaan Zaman Kuarter.

- Puncak Gunung Rinjani

Pendakian Gunung Rinjani (puncak) merupakan salah satu objek wisata yang menjadi andalan di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. Gunung Rinjani sebagai gunung vulkanik yang masih aktif nomor 2 tertinggi di Indonesia. Puncak Gunung Rinjani merupakan tujuan sebagian besar para petualang dan pencinta alam yang mengunjungi kawasan ini karena apabila telah berhasil mencapai puncak itu merupakan suatu kebanggaan tersendiri. Animo komunitas pencinta alam di seluruh nusantara bahkan dari mancanegara dalam kegiatan pendakian cukup besar, ini terbukti dengan jumlah pengunjung yang melakukan pendakian setiap tahunnya mengalami peningkatan. Kegiatan pendakian secara besar-besaran dilakukan pada bulan Juli s/d Agustus, pada bulan Agustus (pertengahan) peserta pendakian umumnya didominasi oleh kalangan pelajar/mahasiswa dari seluruh Indonesia yang ingin merayakan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia di Puncak Gunung Rinjani dan Danau Segara Anak melalui kegiatan “Tapak Rinjani” yang diadakan secara rutin setiap tahunnya oleh salah satu kelompok pencinta alam di Pulau Lombok yang bekerjasama dengan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani.

- Danau Segara Anak

Pesona unggulan Taman Nasional Gunung Rinjani yang sangat prospektif adalah Danau Segara Anak, lokasi ini dapat ditempuh dari dua jalur resmi pendakian yaitu jalur pendakian Senaru dan jalur pendakian Sembalun.

Untuk mengunjungi Danau Segara Anak dari jalur Senaru dibutuhkan waktu tempuh sekitar 7 – 10 jam berjalan kaki (± 8 Km) dari pintu gerbang jalur pendakian Senaru. Sedangkan dari jalur pendakian Sembalun ditempuh dalam waktu 8 – 10 jam. Danau segara anak dengan ketinggian ± 2.010 m dpl dan kedalaman danau sekitar ± 230 meter mempunyai bentuk seperti bulan sabit dengan luasan sekitar 1.100 Ha.

Disekitar Danau Segara Anak terdapat lahan yang cukup luas dan datar, dapat digunakan untuk tempat berkemping/berkemah, juga pengunjung bisa memancing ikan di danau atau berendam di air panas yang mengandung belerang.

Obyek lainnya di sekitar Danau Segara Anak adalah Hulu Sungai Koko Puteq ± 150 meter dari Danau Segara Anak. Selain itu terdapat pula Goa Susu, Goa Manik, Goa Payung, Goa Susu dipercaya dapat dijadikan media bercermin diri serta sering pula dipergunakan sebagai tempat bermeditasi. Sedangkan di bagian bawah Danau Segara Anak terdapat sumber air panas (Aik Kalak Pengkereman Jembangan) yang biasa digunakan untuk menguji dan memandikan benda-benda bertuah (Pedang, Keris, Badik, Tombak, Golok, dll) dimana jika benda-benda tersebut menjadi lengket apabila direndam itu menandakan benda-benda tersebut jelek/tidak memiliki kekuatan supranatural, sebaliknya apabila benda-benda tersebut tetap utuh berarti benda tersebut memiliki kekuatan supranatural/dipercaya memiliki keampuhan.

- Pendakian

Rinjani memiliki panaroma paling bagus di antara gunung-gunung di Indonesia. Setiap tahunnya (Juni-Agustus) banyak dikunjungi pencinta alam mulai dari penduduk lokal, mahasiswa, pecinta alam.

Suhu udara rata-rata sekitar 20 °C; terendah 12 °C. Angin kencang di puncak biasa terjadi di bulan Agustus.

Selain puncak, tempat yang sering dikunjungi adalah Segara Anakan, sebuah danau terletak di ketinggian 2.000m dpl. Untuk mencapai lokasi ini kita bisa mendaki dari desa Senaru atau desa Sembalun Lawang (dua entry point terdekat di ketinggian 600m dpl dan 1.150m dpl).

Kebanyakan pendaki memulai pendakian dari rute Sembalun dan mengakhiri pendakian di Senaru, karena bisa menghemat 700 m ketinggian. Rute Sembalun agak panjang tetapi datar, dan cuaca lebih panas karena melalui padang savana yang terik (suhu dingin tetapi radiasi matahari langsung membakar kulit). krim penahan panas matahari sangat dianjurkan.

Dari Rute Senaru tanjakan tanpa jeda, tetapi cuaca lembut karena melalui hutan. Dari kedua lokasi ini membutuhkan waktu jalan kaki sekitar 7 jam menuju bibir punggungan di ketinggian 2.641m dpl (tiba di Plawangan Senaru ataupun Plawangan Sembalun). Di tempat ini pemandangan ke arah danau, maupun ke arah luar sangat bagus. Dari Plawangan Senaru (jika naik dari arah Senaru) turun ke danau melalui dinding curam ke ketinggian 2.000 mdpl) yang bisa ditempuh dalam 2 jam. Di danau kita bisa berkemah, mancing (Carper, Mujair) yang banyak sekali. Penduduk Lombok mempunyai tradisi berkunjung ke segara anakan untuk berendam di kolam air panas dan mancing.

Untuk mencapai puncak (dari arah danau) harus berjalan kaki mendaki dinding sebelah barat setinggi 700m dan menaiki punggungan setinggi 1.000 m yang ditempuh dlm 2 tahap 3 jam dan 4 jam. Tahap pertama menuju Plawangan Sembalun, camp terakhir untuk menunggu pagi hari. Summit attack biasa dilakukan pada pukul 3 dinihari untuk mencari momen indah - matahari terbit di puncak Rinjani. Perjalanan menuju Puncak tergolong lumayan; karena meniti di bibir kawah dengan margin safety yang pas-pasan. Medan pasir, batu, tanah. 200 meter ketinggian terakhir harus ditempuh dengan susah payah, karena satu langkah maju diikuti setengah langkah turun (terperosok batuan kerikil). Buat highlander - ini tempat yang paling menantang dan disukai karena beratnya medan terbayar dengan pemandangan alamnya yang indah. Gunung Agung di Bali, Gunung Raung di Banyuwangi dan Gunung Tambora di Sumbawa terlihat jelas saat cuaca bagus di pagi hari. Untuk mendaki Rinjani tidak diperlukan alat bantu, cukup stamina, kesabaran dan gairah pendaki.

Keseluruhan perjalanan dapat dicapai dalam program tiga hari dua malam, atau jika hendak melihat dua objek lain: Gua Susu dan gunung Baru Jari (anak gunung Rinjani dengan kawah baru di tengah danau) perlu tambahan waktu dua hari perjalanan. Persiapan logistik sangat diperlukan.
________________________________________________________________________________

Akhirnya tiba juga nih di pendakian Gunung Rinjani hehehe..
Setelah ane berpuasa mendaki beberapa bulan dari pendakian sebelumnya ane pun beserta tim "BP Adventure" yg udah berganti nama jadi "Bosen di Rumah", berangkat lah menuju pendakian Gunung Rinjani dimulai Start dari stasiun Senen menuju stasiun Surabaya..

 Kiri : @kuplukman
Kanan : Tak Cemas (Ane sendiri)

Terlalu banyak cerita yang gak akan habis buat diceritain selama perjalanan dimulai dari dalem gerbong kita semua asik maen ceng2an candaan menjadi sebuah hiburan ringan sampe yg tidur begajulan dan ugal2an ga beraturan wakakakaka.

 Kiri : Gondar alias jarqo
Kanan : siapa lagi coba kalo bukan ane? hahay

Setelah tiba di surabaya kita semua nya langsung bergegas menuju mobil sewaan yang udah nungguin kita sampe sopir nya abis 3gelas kopi wkwkwkw..
Gas langsung ga usah ngerem menuju gilimanuk buat numpang di perahu yg bisa ngambang diatas laut buat nyebrang ke pulau dewata BALI yuhuuuu..

Diatas perahu kita semua sempet bermales2an durja macam makhluk tak bertulang belakang dan sejenis nya karena udah capek becanda di jalan dari jakarta menuju surabaya, beruntung kita di perahu dapet barengan bule asal kota Berlin negaranya Adolf Hitler :v
Yang ane tau setelah ane ngobrol dan sepik2 iblis nanya itu bule mau Visit ke Bali berduaan doank, yang ane kira mereka itu mau mendaki ke tempat tujuan yang sama dengan tempat yang ane tuju ternyata enggak haha.

Gimana ane ga salah sangka sama mereka, ngirain mereka berdua mau ngedaki jg soalnya tentengannya itu keril segede gaban (gaban segede mana ane jg gak tau) wkakakak..


Oke pada saat nya kitapun udah sampe diBali ga pake babibu langsung capcus lagi naek mobil sewaan berikutnya menuju pelabuhan Padang Bai buat nyebrang ke pelabuhan Lembar di LOMBOK (yomann,,).

sedikit penampakan diatas kapal 

 *Gondar the bounty hunter lagi selfie haha
Setibanya di Pelabuhan Lembar kita sempet DUGEM (duduk gembel) di pelataran mushola pelabuhan buat nunggu jemputan sewaan menuju basecamp perhutani.
Sampe disana sekitar menjelang subuh kita sempetin buat istirahatin mata alias molor di halaman basecamp perhutani dimana disana udah banyak jg para pendaki yang numpang molor udah kaya ikan asin dijemur diatas genteng ahahhaha..

Akhirnya yang dinanti pun tiba ialah " Sang Fajar " yang terbit dari ufuk Timur, pertanda semangat dalam diri kita para pendaki mulai berkecamuk adu pedanng, golok , piso dapur, gergaji paralon sampe silet buat nyukur bewok haji malih ( waaaaaaa we are spartan ).
*iseng2 jangan lupa tuh dibuka web nya :D

Simaksi pun kita selesaikan dengan cepet sembari nunggu saudari kita @dewierusdy yang jauh2 dari jakarta ngejar pesawat menuju Mataram, dia ngebet banget pengen ikut ngedaki haha..
Dan tak lama pun Tiba juga itu orang, bisalah kita memulai doa meminta perlindungan dari yang maha kuasa untuk menjalani pendakian hari itu juga.. Berdoa dimulai... aaaamiinnnnn.....

Ok Let's GO. . . . .
kita mulai start pendakian via jalur sembalun...
Cuaca terik dan angin sepoy2 pun mengiringi perjalan kita semua dipendakian kali ini, sempet ketemu teman2 pendaki yang lain yang cantik2.. yang cowo bodo amatan ga ane perhatiin wakkakak..

*pintu gerbang pendakian jalur sembalun

 *hasil jepretan ditengah2 perjalanan Pos1 - Pos 2



Akibat kita berjalan dengan santainya menghabiskan dan menikmati waktu bareng diperjalanan kita gak keburu sampe kepelawangan alhasil kita mau gak mau yah ngecamp di pos 2 karena udah keburu maghrib wkwkwk

 *koki dadakan (padahal ga bisa masak , ngerebus aer aja gosong)
Hingga malam larut dan kita semua terlelap karena lelah yg menggerogoti tubuh (elahhh.. bilang aja capek ribet amat bahasa gw dah ah..).
Pagi hari ..jeng jeng...  
Kita lanjutin perjalanan menuju pelawangan yooooosssshhh gasssss...
Selama perjalanan kita menuju pelawangan banyak amat dah pokoknya orang2 bule berseliweran pada enak2an ngedaki cuman bawa badan soalnya pada pake PORTER ( kan curang sueee benerr).
Sesudah ngelewatin Pos 3 kita akhirnya musti ngadepin 7 Bukit Penyesalan ( HHOORORRRR)
lu bakalan bener2 nyesel senyesel2 nya orang yang kagak nyesel dah kalo ngelewatin track 7 bukit penyesalan.. huffftt abang lelah hayati, marpuah dan markonah.. 
Sedikit penampakan pemandangan luar biasa yg sempet ane jepret dari bukit penyesalan saat mendung hadir ikut dalam pendakian :




Bener kekuras abis tenaga kita semua buat ngelewatin 7 bukit penyesalan huffttt...
Kita pun tiba di pelawangan sembalun saat malam dikit lagi datang , nyaris, hampir tipis dah kaya vapir pokoknya..
Buru2 dah kita bongkar keril bangun tenda saat itu juga padahal blm sempet napas wakakka..
Malem kita semua masak buat isi perut yg udah kosong palingan keiisi aer sama mie mentah buat ganjelan wkakakak.. ( gw ngakak mulu dah kalo inget2 pendakian digunung ini )
Bayangin aja ane, kuplukman dan temen2 yang laen cmn keganjel mie mentah sama aer putih ngopi jg dikit  itu juga selama bertarung ngelawan track 7 bukit penyesalan (Miris malihhh wkakaka)

Gak terasa waktu pun semakin larut, kita mutusin buat meremin mata walopun cmn dapet sebentar banget.
Jam 4 Subuh kita bangun serempak dari bobo manja kita masing2 (au amatan) buat summit menuju puncak rinjani yoyoiiii,....
*Untuk perjalanan selama summit di hp ane ga ada jepretannya, kebanyakan di DigiCam & DSLR temen. ( Nanti ane minta buat update fotonya) itu jg kalo inget haha.
 ~SKIP ~SKIP berhubung ane capek ane percepet aje deh yee..

eng ing eng.... jeng jeng..... tet toret torettt....!!!

ALLHAMDULILLAH wasyukurillah akhirnya ane salah seorang yang mendaratkan kaki di puncak Gunung Rinjani dari jutaan umat manusia yang mendaki Kesono.




Diperjalana turun kita semua ketemu temen2 pendaki dari bali dan kita pun foto bareng :



UDAH YAK... TAMAT SAMPE DISINI AJA.. PEGEL :((
Nih ane kasih bonus deh beberapa kenang2an sepulang turung dari Gunung Rinjani.
Ane sempetin buat mampir ke Gili trawangan & Danau Tamblingan ( Bali Barat)
cekibrooottt..... 
*Gili trawangan

*mayan dapet foto bareng sama 2 kakak2 cantik yang bikin gelisah haha



*foto bareng +Kuplukman 


*foto bareng bule Italia tau namanya siapa gw gananya




*Pelabuhan Bangsal



*Danau Tamblingan Bali Barat #bosendirumah














Sekian dan Terima Kasih .

-Tak Cemas-























0 komentar:

Posting Komentar