22 Januari 2016

Putri


Wahai putri.
Kau begtu anggun.
Rupa mu menenangkan semua prahara.
Senyum mu menyejukan dahaga ku.
Tapi kenapa kau hanya diam tak bergeming.
Ayo lah sambut diriku dengan sikapmu.
Beribu kali ku lantunkan syair2 agar kau gembira.
Tapi hanya senyum yg sama, sejak dulu yg kau berikan padaku.
Kini aku sudah mencapai titik lelah menaburkan bunga Didepan bingkai mu.

0 komentar:

Posting Komentar