3 Januari 2016

Gunung Papandayan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.

Gunung Papandayan adalah gunung api strato[2] yang terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat tepatnya di Kecamatan Cisurupan. Gunung dengan ketinggian 2665 meter di atas permukaan laut itu terletak sekitar 70 km sebelah tenggara Kota Bandung.

Pada Gunung Papandayan, terdapat beberapa kawah yang terkenal. Di antaranya Kawah Mas, Kawah Baru, Kawah Nangklak, dan Kawah Manuk. Kawah-kawah tersebut mengeluarkan uap dari sisi dalamnya.

Topografi di dalam kawasan curam, berbukit dan bergunung serta terdapat tebing yang terjal. Menurut kalisifikasi Schmidt dan Ferguson termasuk type iklim B, dengan curah hujan rata-rata 3.000 mm/thn, kelembaban udara 70 – 80 % dan temperatur 10 ยบ C.

- Keaneragaman Hayati
Potensi flora di dalam kawasan gunung ini diantaranya Pohon Suagi (Vaccinium valium), Edelweis (Anaphalis javanica), Puspa (Schima walichii), Saninten (Castanea argentea), Pasang (Quercus platycorpa), Kihujan (Engelhardia spicata), Jamuju (Podocarpus imbricatus ), dan Manglid (Magnolia sp ). Sedangkan potensi fauna kawasan diantaranya Babi Hutan ( Sus vitatus ), Trenggiling (Manis javanicus), Kijang (Muntiacus muntjak), Lutung (Trachypitecus auratus ) serta beberapa jenis burung antara lain Walik (Treron griccipilla ), dan Kutilang ( Pycononotus aurigaste )[3]
Gunung Papandayan mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan hutan Ericaceous.

- Potensi Wisata
Daya tarik Wisata Beberapa lokasi yang menarik dan sering dikunjungi wisatawan diantaranya: • Kawah Papandayan Merupakan komplek gunung berapi yang masih aktif seluas 10 Ha. Pada komplek kawah terdapat lubang-lubang magma yang besar maupun kecil, dari lubang-lubang tersebut keluar asap/uap air hingga menimbulkan berbagai macam suara yang unik. • Blok Pondok Saladah Merupakan areal padang rumput seluas 8 Ha, dengan ketinggian 2.288 meter di atas permukaan laut. Di daerah ini mengalir sungai Cisaladah yang airnya mengalir sepanjang tahun. Lokasi ini sangat cocok untuk tempat berkemah. • Blok Sumber Air Panas Letaknya di perbatasan Blok Cigenah, sumber air panas ini mengandung belerang dan berhasiat dalam penyembuhan penyakit kulit terutama gatal-gatal. Secara keseluruhan kawasan ini memiliki panorama alam yang indah dengan lingkungan yang relatif masih utuh dan alami yang ditunjang dengan kesejukan udara. Kegiatan Wisata Alam yang dapat dilakukan : 1. Menikmati keindahan dan keunikan alam 2. Lintas alam 3. Berkemah 4. Memotret 5. Mandi air yang mengandung belerang, untuk pengobatan penyakit kulit.

- Letusan
Dalam catatan sejarah, Gunungapi Papandayan tercatat telah beberapa kali meletus diantaranya pada 12 Augustus 1772, 11 Maret 1923, 15 Agustus 1942, dan 11 November 2002[4]. Letusan besar yang terjadi pada tahun 1772 menghancurkan sedikitnya 40 desa dan menewaskan sekitar 2957 orang. Daerah yang tertutup longsoran mencapai 10 km dengan lebar 5 km[5].

Pada 11 Maret 1923 terjadi sedikitnya 7 kali erupsi di Kawah Baru dan didahului dengan gempa yang berpusat di Cisurupan. Pada 25 Januari 1924, suhu Kawah Mas meningkat dari 364 derajat Celsius menjadi 500 derajat Celcius. Sebuah letusan lumpur dan batu terjadi di Kawah Mas dan Kawah Baru dan menghancurkan hutan. Sementara letusan material hampir mencapai Cisurupan. Pada 21 Februari 1925, letusan lumpur terjadi di Kawah Nangklak. Pada tahun 1926 sebuah letusan kecil terjadi di Kawah Mas.

Sejak April 2006 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status Papandayan ditingkatkan menjadi waspada, setelah terjadi peningkatan aktivitas seismik. Pada 7-16 April 2008 Terjadi peningkatan suhu di 2 kawah, yakni Kawah Mas (245-262 derajat Celsius), dan Balagadama (91-116 derajat Celsius). Sementara tingkat pH berkurang dan konsentrasi mineral meningkat. Pada 28 Oktober 2010, status Papandayan kembali meningkat menjadi level 2.

Nah udah pada baca kan penjelasan tentang Gunung Papandayan diatas barusan? berikut pengalaman ane ketika mendaki gunung papandayan.

Bagi ane sebagai pemula sih gunung papandayan ini adalah pintu nya pengalaman, buat kita kalo mau mencari pengalaman mendaki gunung.
Walopun gunung ini tinggi nya dibilang tinggi yah enggak begitu tinggi, dibilang pendek juga ga terlalu pendek. Nah bingung kan? Sama... ane juga bingung kalo begitu wkwkwk
Ane kasih penampakan nya nih waktu ane jepret bareng temen2 dihalaman parkir sebelom pintu masuk jalur pendakian.



Gunung Papandayan ini termasuk gunung yg ramah gan, pemandangan nya juga ga ngebosenin kok.
dari start awal kita mendaki aja udah disuguhin sisa2 dan bekas letusannya, mulai dari kawah nya yg lumayan bau dan bikin sesek napas tapi ajib dan keren. Nah berikut penampakannya, cekidot ye..


Kalo udah lewatin kawah, kita bakal disuguhin jalan bercabang yang kalo kekiri pondok saladah nah kalo yang kekanan itu goberhut. Ane dkk milih ngecamp digoberhut karena kagak kebagian tempat dipondok saladah saking rame nya disno banyak manusia2 bergelimpangan wkkwkwwk.
Kalo ngecamp digoberhut enaknya karena disono sepi dan lebih rimbun hutan nye terus momen sunrise alias matahari terbitnya lumayan manteb cekidot dah penampakan nye :


Abis ngecamp dan menikmati matahari terbit digoberhut rada siangan kita pada mutusin buat ngunjungin hutan yang katanya udah pada mati pohonnye, disebut nye Hutan Mati.
Nah ini ada nya sonoan dikit dari pondok salada kira2 10-15 menitan lah kalo kita naek sepatu.
Cekidot nih penampakanye :





Lanjut dari Hutan Mati kita buru2 dah tuh ke Tegal Alun buat ngerasain gurihnya ngopi dikelilingin padang bunga edelweis sekalian jepret2 dikit, penampakannye dibawah nih :




Udah bosen jepret2, kopi juga udah abis barang 2 gelas mah nambah yaudeh kita turun dah tuh balik kanan kebasecamp.
Nah kebetulan pas sampe bawah sebelom parkiran kita ketemu sama artis Ruben Onsu,kita mah udah turun dia baru naek mau syuting survivor trans tipi.
Wahh hoki tuh doi bisa selfie bareng ane, kapan lagi ye kan selfie bareng ane si "aa ebes yang jago salto dan jalan diaer" digunung papandayan wkwkwkw.


Sekian dari ane yeee hehe salam
-Tak Cemas-



0 komentar:

Posting Komentar