11 Januari 2018

Tanda Tanda Tanya


Orang susah, miskin harta selalu jadi bahan alas kaki bagi setiap orang yang kaya harta. Sumpah serapah dengan mudah nya terucap bagi mereka yang merasa dirinya lebih tinggi dari orang2 yang rendah. Bahkan tak hanya gumam, namun gesekan fisik pun acap kali dengan lugas mereka ciptakan kepada kaum lemah dan rendah.

Apakah setiap perbuatan baik atau buruk itu akan dapat balasan??
Bagaimana bila ada hati yang terluka??
Apakah maaf saja sudah cukup??
Apakah si kuat berhak menghakimi yang lemah??
Apakah pihak yg lemah berhak untuk dihakimi??
Apakah tak boleh manusia merasakan persamarataan sebagai insan??
Apakah seorang hamba boleh bertanya??
Apakah seorang hamba tak boleh mengadu??
Apakah jawaban hanya boleh keluar dari orang yang pintar??
Apakah hanya orang bodoh yang boleh melontarkan pertanyaan??
Apakah, apakah dan apakah... Masih banyak pertanyaan namun tak ada jiwa yg sanggup menjawab kecuali diriNYA

Manusia itu adalah makhluk bodoh bodoh dan bodoh. Aku benar2 malu menjadi seorang manusia. Semoga manusia yang menjadi seorang hambaNYA diberi hati yang ikhlas.

27 Desember 2017

Grunge 4 Me



Terus kujalani rintangan mendaki..
Halangan telah ku tapaki ribuan kaki..

Segala benci terus menerus saja ada..
Sinis menghampiri dimana kuberada..

Ini Grunge jalan hidup yang kupilih..
Bagai cinta tulus pada sang kekasih..

Yakin suatu saat kupetik jerih payah..
Segala bentuk hinaan tak buat ku goyah..

Dengan atribut Grunge nyaman diri terbalut..
Nyala api harapan pun kan tetap tersulut..

19 Oktober 2017

"Hi mom"


coba berputar balik sebelum diriku lahir..
ada satu sosok yg gembira sambutku hadir..
disimpannya aku dalam rahimnya dijaganya..
disapanya dan sertai dicerita bangganya..
meski berat ia simpan ku didalam tubuhnya..
tapi kurasa sayangnya dalam sentuhnya..
hingga waktu ku tuk hadir menyapa dunia..
disana ia bergelut dan pertaruhkan nyawa..
tangisan awalku disambutnya dengan senyum..
dilekatkan dipipi disertai lembut cium..
bagaimana hari kecilku yg kadang beri derita..
tangisan malam hari paksanya membuka mata..
dipagi hari bersihkan kasurku yg ternoda..
oleh tanda pesing yg tertera dimana-mana..
senangnya ia kala oceh pertama ku kata mama..
tetap bangga ia meski tak kusebut nama..


dongeng kecilku dulu dimana ia manjakan..
dibina aku hingga kaki mampu kupijakan..
dari merangkak hingga aku dapat berdiri..
dari berdiri hingga aku dapat berlari..
berbagai tingkah nakal yg kadang usik sebalnya..
tapi tak terbesit dalam hati tuk ditinggalnya..
dijaga ku dipagar nasihat juga marahnya..
kala kuberbelok ia yg benarkan arahnya..
ketika ku sakit ia tak tidur menunggu ku..
basuh keringat agar sadar dari limbungku..
ia tabung receh pereceh untuk masa depanku..
simpanan kecil tuk pendidikanku terus berlaku..
biaya buku perbuku diatur semua upaya..
susah payah tapi impi anaknya kan berjaya..
meski terkadang diriku berlaku kurang pantas..
tapi ia tetap jadikan satu prioritas..

(e.m.g.e.e.z)

18 Oktober 2017

"Pura - Pura Hidup"



Bangkai yang seolah hidup didera kedengkian dan kemarahan membabi buta,
perlahan melahap jiwa yg teramat sesat akan satir..
Tak perlu iba tanpa jeda, sesekali berisi rutukan dan hujatan..
Kelu lah wahai lidah, jangan kau maafkan ketajaman yang mencabik rasa hingga terlalu sulit untuk dimaafkan..
Kadang tak perlu ada yg dibuktikan, tak ada yg wajib diberikan, dan tak perlu segala penghormatan juga sanjungan kalau hanya melahirkan kejumawaan..
Kini berganti haluan, raungan dan keluhan dengan sekujur beku yg smakin melemah dikhianati juga ditinggal pergi oleh masa muda yang haus akan kegilaan..

Tetaplah pura-pura hidup!!!

Hidupku adalah milik ku.. ini adalah milik ku..
Aku akan mengambilnya kembali..

Hidupku adalah milik ku.. ini adalah milik ku..
Aku menginginkannya kembali..

2 Oktober 2017

" Hated "



aku mulai menulis lagi..
sedikit lelah akan rasa mual dari dasar perutku yang membusuk..
entah itu tentang memerdeka-kan hidup atau sekedar empati yang berlebihan..
tak banyak yang dapat kugambar lewat secarik kertas hitam..
seperti keinginan untuk men-trepanasi setiap kepala orang yang kutemui..
berlebihan mungkin, tapi aku terlalu peka..
beban untuk tersenyum dihadapan semua orang tak dapat lagi aku sembunyikan..
aku terlalu gagal untuk sembunyi.
bukan karena rasa sesak yang menghantui..
aku teramat lelah ketika tuhan mengabaikan ku..