19 Oktober 2017

"Hi mom"


coba berputar balik sebelum diriku lahir..
ada satu sosok yg gembira sambutku hadir..
disimpannya aku dalam rahimnya dijaganya..
disapanya dan sertai dicerita bangganya..
meski berat ia simpan ku didalam tubuhnya..
tapi kurasa sayangnya dalam sentuhnya..
hingga waktu ku tuk hadir menyapa dunia..
disana ia bergelut dan pertaruhkan nyawa..
tangisan awalku disambutnya dengan senyum..
dilekatkan dipipi disertai lembut cium..
bagaimana hari kecilku yg kadang beri derita..
tangisan malam hari paksanya membuka mata..
dipagi hari bersihkan kasurku yg ternoda..
oleh tanda pesing yg tertera dimana-mana..
senangnya ia kala oceh pertama ku kata mama..
tetap bangga ia meski tak kusebut nama..


dongeng kecilku dulu dimana ia manjakan..
dibina aku hingga kaki mampu kupijakan..
dari merangkak hingga aku dapat berdiri..
dari berdiri hingga aku dapat berlari..
berbagai tingkah nakal yg kadang usik sebalnya..
tapi tak terbesit dalam hati tuk ditinggalnya..
dijaga ku dipagar nasihat juga marahnya..
kala kuberbelok ia yg benarkan arahnya..
ketika ku sakit ia tak tidur menunggu ku..
basuh keringat agar sadar dari limbungku..
ia tabung receh pereceh untuk masa depanku..
simpanan kecil tuk pendidikanku terus berlaku..
biaya buku perbuku diatur semua upaya..
susah payah tapi impi anaknya kan berjaya..
meski terkadang diriku berlaku kurang pantas..
tapi ia tetap jadikan satu prioritas..

(e.m.g.e.e.z)

18 Oktober 2017

"Pura - Pura Hidup"



Bangkai yang seolah hidup didera kedengkian dan kemarahan membabi buta,
perlahan melahap jiwa yg teramat sesat akan satir..
Tak perlu iba tanpa jeda, sesekali berisi rutukan dan hujatan..
Kelu lah wahai lidah, jangan kau maafkan ketajaman yang mencabik rasa hingga terlalu sulit untuk dimaafkan..
Kadang tak perlu ada yg dibuktikan, tak ada yg wajib diberikan, dan tak perlu segala penghormatan juga sanjungan kalau hanya melahirkan kejumawaan..
Kini berganti haluan, raungan dan keluhan dengan sekujur beku yg smakin melemah dikhianati juga ditinggal pergi oleh masa muda yang haus akan kegilaan..

Tetaplah pura-pura hidup!!!

Hidupku adalah milik ku.. ini adalah milik ku..
Aku akan mengambilnya kembali..

Hidupku adalah milik ku.. ini adalah milik ku..
Aku menginginkannya kembali..

2 Oktober 2017

" Hated "



aku mulai menulis lagi..
sedikit lelah akan rasa mual dari dasar perutku yang membusuk..
entah itu tentang memerdeka-kan hidup atau sekedar empati yang berlebihan..
tak banyak yang dapat kugambar lewat secarik kertas hitam..
seperti keinginan untuk men-trepanasi setiap kepala orang yang kutemui..
berlebihan mungkin, tapi aku terlalu peka..
beban untuk tersenyum dihadapan semua orang tak dapat lagi aku sembunyikan..
aku terlalu gagal untuk sembunyi.
bukan karena rasa sesak yang menghantui..
aku teramat lelah ketika tuhan mengabaikan ku..

25 April 2017

" Meltdown "



Dengarkan wahai kalian para teman..
Aku terlahir ditempat rongsokan..
Dan itu adalah tempat kecil tercantik bagiku..
Dimana kalian menganggap aku salah..
Dan inilah bagian yang aku pilih..
Aku tidak punya apa-apa lagi untuk kehilangan..
Sebab ada rasa sakit yang bisa kamu bawa kepadaku..

Tidak ada yang komparatif, dan aku begitu tersesat untuk ditemukan..
Aku tida bisa tersenyum ikhlas, bahkan untuk mengerutkan kening sekalipun..

Meltdown

10 April 2017

" Alone "



Tak ada senyum hangat, tiada pelukan..
Hanya luka dimana sahabat yg kuperlukan..
Hati ini mati tetes tangis tak mengalir..
Seolah mata hati ku kini tertutup pasir..


Tak ada yg menepi menemani canda..
Hanya monolog ku tertawa disendi nada..
Semua pergi menjauh lenyap tanpa bekas..
Menatap saja bayangan mereka yg teringkas..


Dalam ingat yg mulai samar juga memucat..
Diantara tanyaku dimanakah rekat pekat..
Karena ku seolah berbeda semua pun lari..
Mungkinkah diriku makhluk yg harus dihindari..


Terpinggir disudut kuberbalut kusut..
Meski api kunyalakan, tetap tak nampak wujud..
Mengapa, siapa, dan masih banyak tanya..
Adakah disana dan apa arti ku didunia..


Semua seolah menggores luka yg tak hilang..
Sendiri ku bimbang di imaji yg tak imbang..
Cuma seret ku dalam sepi lagi-lagi sunyi..
Tak sah kah kugetarkan tawa berbunyi?..


Ku luruh menempuh dalam sandaran yg rapuh..
Semua keindahan kini kulihat bagai semu..
Entah kapan lagi kutemui senyum berharga..
Yang kan singgah memberi arti bahagia..